Titik jenuh di akhir SMA

JENUH.

Memasuki semester 6 di masa SMA.. Masa-masa yang kata orang paling asik buat dinikmati. Di Van Lith? enggak deh –” . Ngerasa banget sibuknya karena banyak kegiatan-kegiatan yang katanya ‘pendidikan karakter’ sehingga terkadang hiburan-hiburan SMA harus dikesampingkan. Semester 6 udah nggak boleh ikut lomba ini itu, udah nggak boleh aktif kepanitiaan lagi. Jadi keseharian saya ya makan, tidur, belajar itu aja.

Tiada hari tanpa belajar. Bangun tidur jam 7, masuk sekolah sampai jam 2 siang terus pulang ke asrama. Balik ke sekolah lagi buat tambahan wajib jam setengah 4 sampai jam 5. Balik ke asrama lagi buat studi wajib sampai jam 7, bagi mereka yang tidak beruntung (nilainya di bawah rata-rata) harus mengikuti pelajaran tambahan lanjutan di sekolah. Jam 7 makan tuh, habis itu studi fakultatif di asrama dan lagi-lagi bagi yang kurang beruntung harus tambahan lagi di sekolah sampai jam setengah 10. Berasa hoki bisa selamet dari tambahan-tambahan yang melelahkan itu karena saya cuma cukup mengikuti tambahan wajib. Pokoknya semester 6 ini udah belajar terus dah isinya! Saya yang dulunya suka belajar sekarang malah jadi jenuh karena belajar terus.

Jadi Pemales.

Ya, karena sebelumnya saya terkenal orang yang sangat amat rajin di asrama. Akhir-akhir ini saya kekurangan motivasi buat mempelajari materi-materi di sekolah. Kenapa? Karena saya ngambis sebelumnya demi memperbaiki kurang nilai saya di semester 1 dan 2 untuk SNMPTN, ya dengan cara ditutupi pakai nilai semester 3-5. Saya merasa cukup sukses untuk nutup nilai semester 1-2 yang rata-ratanya cuma berkisar 87 dan semester 3-5 dengan rata-rata nilai 93. Alhasil Puji Tuhan nilai rata-rata akhirnya bisa 90.00. Sekarang saya cuma bisa berharap untuk SNMPTN, semoga Tuhan menyediakan jalan di tahap ini. Kalau enggak?

SNMPTN & SBMPTN 2018

Jadi tepat hari ini, 12 Januari 2018, website resmi snmptn dan sbmptn telah diperbarui dan tanggal-tanggal palsu yang beredar di internet telah dipatahkan oleh fakta bahwa pengumuman SNMPTN pada tanggal 17 April 2018 (saat saya lagi asik-asiknya Goes To di Bali nanti (T_T) ..) dan SBMPTN pada tanggal 8 Mei 2018. Fak.. tanggalnya dimajuin dari tahun-tahun sebelumnya. Saya missio canonica (semacam wisuda/kelulusan) aja tanggal 5 Mei 2018.. cuma selang 2-3 hari! Dan itu berarti kalau itung-itung tanggal waktu persiapan yang dimiliki sejak UN adalah 3 minggu.. lalu? Derita bagi anak Van Lith karena akan melaksanakan Goes To seminggu setelah UN, seminggu waktu efektif untuk persiapan SBMPTN nggak sampai 2 minggu! Bayangin deh materi sebanyak itu harus dipersiapkan dalam waktu ‘cuma’ 2 minggu. It is possible? Semoga Tuhan selalu menyertai yaa.

So, kesimpulannya kondisi saya sekarang sangat berharap untuk SNMPTN, karena saya super-super gak pengen ikut SBMPTN yang katanya berlipat-lipat lebih sulit dari UN (ya iya lah passing grade 50% aja udah susah minta ampun..) dengan waktu persiapan sebegitu singkat. Tapi kalau kenyataan berkata lain, yasudahlah apa daya saya harus persiapin. Sebenernya saya sendiri udah ada cadangan swasta di BINUS University, tapi saya tidak sangat ingin masuk ke universitas itu karena pasti bakal ketemu temen-temen lama saya di Purwokerto dan akan menjadi sangat membosankan.

 

Leave a Reply