Perpisahan di Bali

Setelah seminggu ini enggak nulis, itu sebenarnya karena saya ikut Goes To (acara jalan-jalan bersama angkatan untuk merayakan kelulusan SMA) ke Bali. Di sini lah banyak hal berubah, cara pandang saya berubah.

Ternyata makna sebenarnya dari perpisahan adalah berdamai dengan masa lalu, itulah indikasi kita siap berpisah. Namun tetap saja, yang namanya perpisahan pasti berat juga.

Perjalanan menuju Bali

Saya berangkat menggunakan bus sampai ke pelabuhan, lalu menggunakan kapal untuk menyebrang menuju pulau Bali. Hal tersebut memakan waktu cukup lama (hampir seharian penuh), ya beda jauh sama pakai pesawat, budgetnya juga beda sih 😅.

Jujur saja ini bukan pertama kalinya saya ke Bali, saya sudah pernah 2 kali sebelum ini menginjakan kaki di tanah Bali. Namun ketika saya masih SMP dan dalam rangka liburan keluarga besar (bawa banyak anak kecil) jadi saya gak bisa datangi banyak destinasi, paling-paling sehari cuma satu destinasi. Berbeda dengan goes to kali ini, destinasinya banyak, ada kebersamaannya, dan yang menyedihkan ini adalah terakhir kali kami satu angkatan bersama-sama selengkap ini.

Sampai di Pelabuhan Gilinanuk Bali, perjalanan belum selesai. Saya langsung menuju ke destinasi pertama tanpa masuk hotel terlebih dahulu. Karena jauh, hampir memakan 2-3 jam lagi untuk ke destinasi.

Hari Pertama : Pura Tanah Lot, Danau Bedugul, Joger Jelek

Menurut saya, destinasi yang paling menarik adalah destinasi hari pertama. Khususnya danau bedugul yang sangat melegenda, di sisi lain enak juga suhunya dingin wkwk. Gak kayak destinasi lain karena kebanyakan pantai jadi panasnya minta ampun.

Untuk di Pura Tanah Lot sendiri gak ada tempat-tempat foto yang cukup menarik, karena lebih ke arah suasana dan kesucian dari tempat ini sendiri. Btw, 90% masyarakat Bali beragama Hindu.

dari kiri : saya, David, dan Ardian

Lalu saya juga mengunjungi Danau Bedugul, yang ada di uang Rp 50.000,00 lawas.

Awalnya masuk danau bedugul, parkirannya itu penuh. Sehingga bus kami harus menuju ke sisi lain dari danau bedugul, yang sebenarnya gak ada apa-apa wkwk.. Cuma saya dan beberapa teman saya nih penasaran, di mana saya bisa foto seperti uang Rp 50.000,00 , akhirnya saya menyusuri ke jalan raya mencari tempat masuknya. Lalu setelah kami temukan, kami pun masuk, yah harus keluar uang pribadi sih Rp 25.000,00 (50rb untuk non-lokal), tapi dibanding pemandangannya ya worth it banget lah. Temen saya, David, juga dapet banyak obyek hunting foto di sini.

Nah, gara-gara kami pisah dari rombongan, kami nyaris ditinggal bis. Bisnya udah mau jalan kami baru datang haha.

Setelah itu kami pun menuju ke Joger, yang terkenal dengan karikatur dan rancangan kata menariknya salah satunya adalah “Joger Jelek”. Namun saya gak belanja banyak di sini, karena untuk oleh-oleh saya memilih nunggu hari terakhir di Grafika Krisna.

Setelah itu kami kembali ke hotel kira-kira pukul 8 malam. Karena bosan dan di bis sudah tidur terus selama perjalanan berangkat Jawa-Bali, jadi saya memutuskan untuk nonton first day release dari film Deadpool 2 di Beachwalk XXI. Balik hotel sekitaran jam 12 malam.

Hari Kedua : Puja Mandala, Pecatu Waterpark, Pura Uluwatu, Dreamland Beach

Hari kedua ini lah yang paling padat karena banyak yang kami kunjungi. Saya bangun telat paginya sehingga gak breakfast dan ketinggalan bus yg seharusnya saya tumpangi (bus no 2) jadi saya naiknya bus lain (bus no 4) yang diberangkatkan terakhir wkwk..

Pertama saya ke Puja Mandala. Puja Mandala adalah tempat di mana berjejer 5 tempat ibadah dengan berbagai agama yang diakui Indonesia. Puja Mandala ini dibangun setelah kejadian Bom Bali yang membuat masyarakat semakin mempererat hubungan keagamaan. Puja Mandala meyakinkan kita bahwa sebenarnya yang kita puja/sembah hanyalah Ia seorang yang maha kuasa di atas, hanya jalan dan caranya yang berbeda-beda karena tercampur sejarah dan tradisi. Unik sekali sih ngeliat 5 tempat ibadah bisa berjejer akur gitu, terlihat bahwa di Bali ini kerukunan sangat dijunjung tinggi 😊.

Setelah itu kami pun menuju Pecatu Waterpark, di sini gak ada apa-apa, waterparknya juga biasa aja karena ini adalah wilayah baru dan bisa dibilang masih pembangunan. Saya dan banyak teman juga memutuskan untuk tidak basah ke air, hanya bersantai-santai saja.

Cukup lama di sana, tiba-tiba dari pihak tour mengubah rencana acara, memajukan Pura Uluwatu yang seharusnya besok menjadi hari ini. Saya pun menuju ke Pura Uluwatu, di sana bagus banget tempatnya, sayangnya sangat ramai wisata di sana sehingga sulit untuk berfoto.

Di sini juga merupakan tempat ibadah, ya namanya Pura 😅. Jadi gak semua titik bisa kami lewati, ada beberapa yang gak boleh wisatawan lewati dan harus melalui jalur lain. Lah terus yang mengatur siapa? Ada namanya polisi adat, tugasnya memastikan kalau seluruh upacara adat di Bali berjalan dengan lancar dan meningatkan kalau ada orang yang tidak beribadat mencoba melalui daerah ibadat.

Hari Ketiga : GWK BALI, Pantai Jimbaran

Ini adalah hari puncak dari acara kami. Ya perpisahannya 😂..

Kami mengunjungi GWK Bali lalu berfoto-foto di sana sampai sore.

Sore harinya kami menuju ke Pantai Jimbaran, dan di sana menjadi bagian paling sedih bagi kami semua 😭. Kami makan malam di pinggir pantai sampai kira-kira jam 8. Sampailah pada momen-momen perpisahan, berat? iya jelas. Lagu-lagu sedih pun dilantunkan lalu kami pun saling berpelukan satu sama lain dan berucap pamit.

Leave a Reply