Pengalaman seleksi SEA Undergraduate Scholarships

Yup! Prinsip saya adalah berbagi pengalaman yang menurut saya bisa berguna untuk orang lain. Kali ini saya akan berbagi cerita saya dari awal saya mengenal beasiswa SEA Undergraduate Scholarships , proses seleksi, hingga pada akhirnya saya terpilih menjadi salah satu dari 10 scholar dari ITB.

Image result for SEA undergraduate scholarship

Intro singkat aja, jadi SEA Undergraduate Scholarship merupakan beasiswa yang dianugerahkan oleh perusahaan yang terpusat di Singapore, Asia antara lain Shopee, Garena, dan Airpay. Untuk informasi lebih lanjut terkait pemberi beasiswa bisa kalian search di google ya, karena fokus saya di post ini lebih ke berbagi informasi dan tips proses seleksi. Beasiswa ini diberikan kepada mahasiswa baru yang baru aja masuk tahun ini (2018) ke universitas/institusi yang telah mereka pilih. Jadi ada 5 universitas/institusi  yang mereka pilih tahun ini: UI, ITB, ITS, UGM, dan BINUS. Tiap univ bakal diambil 10 orang, jadi total scholar tahun ini adalah 50 orang.

“Loh, kok yang dipilih univ-univ di bidang teknologi doang sih? Univ/institusi yang berfokus di bidang lain gimana?”

Iyaa betul. Jadi memang karena pemberi beasiswa ini adalah perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang teknologi seperti Shopee, Garena, dan Airpay maka ga sembarangan mereka pilih institusi dan universitasnya. Oh iya, tidak semua orang dari universitas terkait berhak mendaftarkan dirinya karena nyatanya tidak semua jurusan eligible untuk mendaftar beasiswa ini. Hanya jurusan-jurusan terpilih (yang berpotensi bergerak di bidang teknologi) yang mereka pilih. Kebetulan fakultas saya, FTI ITB, semua jurusannya eligible untuk beasiswa ini kecuali Manajemen Rekayasa Industri (MRI).

Keuntungan scholar yang diberikan oleh SEA sangatlah banyak. Jujur aja, menurut saya pribadi ini bener-bener menguntungkan banget sih.

  1. Pembiayaan kuliah dari semester 1-8
  2. Uang tunjangan per bulannya
  3. Asuransi kesehatan
  4. Laptop
  5. Uang untuk aktivitas ekstrakurikular

Yup! Ibarat saya yang sekarang dengan UKT normal di ITB untuk maba 2018 adalah 12,5 juta per semester. Apabila dibiayai hingga semester 8 maka 12,5 x 8 = Rp 100.000.000,00 belum termasuk uang tunjangan, asuransi kesehatan, laptop, dan uang ekstrakurikular! Worth the try banget sih.

Okey. To the point ke proses seleksi. Jadi pada awalnya, saya mendapat post instagram terkait beasiswa ini, namun saya tidak langsung mendaftar karena beasiswanya belum diverifikasi oleh LK ITB. Kenapa? Menghindari pencurian data perkuliahan (NIM, tempat tanggal lahir, dll) untuk maksud yang tidak diinginkan hehe.. Setelah LK ITB mengkonfirmasi (kalau ga salah 1-2 minggu sebelum penutupan pendaftaran) baru saya apply. Karena kesibukan yang membludak, saya baru bisa apply di 3 hari pendaftaran terakhir.

Ada 5 pertanyaan yang arahnya ke essay gitu tapi singkat-singkat kok, oh iya, pakai bahasa Inggris ya.

  1. How has technology affected your life? (max 300 word)
  2. Do you plan to have a career in technology and why? (max 200 word)
  3. What has been your greatest achievement so far and please elaborate how did that affect you? (max 300 word)
  4. Who are the 3 figures that most inspiring to you and why? (max 300 word)
  5. What differentiates you from you peers? (max 100 word)

Pertanyaannya simpel dan konkrit sih sebenernya, jadi ga ada yang benar atau salah. Usahakan untuk sejujur mungkin dalam menjawab karena jawaban kalian akan dipertanggungjawabkan saat interview nanti. Oh iya, kalian juga harus mengupload CV kalian dalam bahasa inggris ya! Desain CV diusahakan menarik dan mudah diingat. Cantumkan juga prestasi-prestasi kalian seperti lomba, OSN, ranking, organisasi, kepanitiaan, dll karena itu akan jadi nilai plus tersendiri.

Setelah saya apply round pertama, saya tidak mendapat email untuk waktu yang cukup lama sekitar 1 bulan dikarenakan pendaftar yang membludak sehingga tanggal-tanggal seleksi yang tertera molor.

Akhirnya, sayapun mendapat email yang menyatakan saya lulus ke tahap round 2 yaitu interview. Saat itu yang lolos dari ITB untuk tahap round 2 ini ada sekitar 34 orang. Untuk total seluruh peserta yang lolos ke tahap round 2 ini ada 155 orang. Di email yang sama juga diberitahukan bahwa pendaftar dari 5 universitas membludak hingga nyaris 1000 applicant.

Interview berlangsung selama 5-7 menit dengan 5-7 judges. Interview dilakukan di gedung kemahasiswaan ITB, saat itu bertabrakan dengan jadwal prak kidas sehingga saya harus izin praktikum kidas sekali hehe. Interviewnya ngapain aja sih?
Jadi saat itu ketika saya masuk ke ruangan interview, saya diminta duduk, lalu memberi introduce dengan pertanyaan paling klise dalam setiap interview: “Tell me about yourself!”. Oh iya, sebelum interview dimulai, kalian akan ditanyai apakah kalian keberatan jika interview di conduct dalam bahasa Inggris. Pastikan kalian siap secara mental dan kata-kata untuk interview ini karena akan menggunakan bahasa Inggris penuh. But relax, yang interview juga orang Indonesia kok.

Nah pertanyaan-pertanyaan selanjutnya akan datang dari jawaban kamu sebelumnya. CV dan Essays akan menjadi pegangan judges saat mewawancari kamu. But, I didn’t see they use my essays during the interview somehow wkwk. Yang saya lihat mereka hanya mempergunakan CV saya. Pertanyaan yang diajukan lebih ke (saya ketik dalam bahasa Indonesia, tapi pada faktanya pertanyaan diajukan dalam bahasa Inggris) :

  1. Ceritakan tentang dirimu, kelebihan dan kekuranganmu!
  2. Kenapa kamu mendaftar SEA Undergraduate Scholarship?
  3. Mengapa kami harus memilih kamu sebagai scholar SEA undergradate?
  4. Pengalaman organisasi atau kepanitiaan saat kamu SMA
  5. Kesibukan kamu saat ini
  6. (Mengkonfirmasi past achievements kamu yang tercantum di CV)
  7. Visi kamu ke depannya, apakah mempunyai niatan untuk berkecimpung di bidang teknologi saat sudah lulus?
  8. Pengalaman berkecimpung dalam teknologi
  9. Apa yang membedakan kamu dari teman-temanmu?

Kebetulan pertanyaan yang saya terima cukup banyak dan kalau tidak salah interview saya molor hingga 13-16 menit kata yang di luar saat itu wkwk. Suasananya tidak seperti interview formal 1 on 1 yang kamu bayangkan, tapi lebih ke kamu dikepoin oleh 5 orang yang ada di depan kamu.

Seminggu kemudian pengumuman keluar melalui email, dan puji Tuhan, saya terpilih sebagai salah satu dari 10 scholar untuk beasiswa ini dari ITB.

 

Update (29/7/2019):

  1. Karena banyaknya ketertarikan terhadap beasiswa ini maka saya memutuskan untuk upload file jawaban 5 pertanyaan essay saya tahun lalu, bisa diunduh di sini. Jika ingin bertanya lebih lanjut bisa hubungi saya melalui instagram (@juliusdan_) atau LINE (juliusdan_).
  2. Pendaftaran untuk Sea Undergraduate Scholarship tahun ini sudah dibuka bisa dicek di alamat https://idscholarships.seagroup.com (Pendaftaran: 22 Juli 2019 – 26 Agustus 2019). Sepertinya ada pembaharuan bahwa tahun ini tersedia beasiswa juga bagi mereka yang final year.
  3. Fun Fact: sebenarnya saya sendiri sudah tidak terikat dengan beasiswa ini, karena waktu itu saya lepas setelah mendapat beasiswa Teladan dari Tanoto Foundation, kemudian saya pindah ke Nanyang Technological University (NTU), Singapore (baca di sini). But don’t worry, saya masih bersedia untuk menanggapi kalau ada yang mau bertanya tentang beasiswa ini.
  4. Good luck!

2 thoughts on “Pengalaman seleksi SEA Undergraduate Scholarships

Leave a Reply