Tiga bulan pertama di ITB

Yup. Saya bikin bentuk post baru di blog ini yang akan bersekuel menceritakan kehidupan perkuliahan saya saat ini dan mendatang dengan tajuk #Shared yang artinya (sudah) berbagi. Sebenarnya saya memilih tajuk ini karena ingat dulu saat SD-SMP suka mengunduh lagu bajakan di 4shared dan sejak itu saya menjadi menyukai musik & lagu-lagu internasional maupun lokal. Harapan saya tajuk #Shared yang akan dituliskan dalam bentuk ‘curhatan’ saya ini dapat memberi positive impact juga ke pembaca.

Topik paling hangat saat ini buat saya adalah CHAOS, istilah yang menjadi wajar dirasakan di ITB. Selama 3 bulan ini saya benar-benar merasakan beban yang bisa dibilang lebih berat dari SMA. Sebenernya pas saya dulu di asrama juga berat sih tapi terasa ringan karena selalu ada banyak teman di samping saya, kalau sekarang? Hehe flashback sedikit.. Jadi di Van Lith Berasrama itu satu kamar/unit-nya berjumlah 20-25 orang dan tiap angkatan tinggal dalam satu gedung yang sama untuk asrama putra, jadi kebersamaan itu udah kayak bagian dari hidup kami wkwk. Dan berat rasanya kalau di kuliah harus nge-kos, sendirian, dan ketika kamu bangun karena alarm yang berbunyi, kamu cuma menemukan bahwa di sampingmu ga ada lagi teman-temanmu yang baru bangun juga. Hmm..

Oke kembali ke topik, chaos. Chaos atau sering dipelesetkan “keos” ini menggambarkan ketika 24 jam itu kurang HAHA. Actually, in this past 3 months, I took a big leap that is uncommon to others. Saya langsung mencoba terjun ke kegiatan non-akademis, daftar sana-sini, pokoknya semua saya coba. Ya resionya perkuliahan agak terlepas. Tapi gapapa, ini adalah keputusan yang emang saya pilih dan saya tahu betul resikonya.

2 thoughts on “Tiga bulan pertama di ITB

Leave a Reply