Pengalaman Ujian Masuk NTU Singapore dan Diterima di Nanyang Business School, NTU!

Berawal dari keisengan saya untuk masukin nilai UN dan rapot ke pendaftaran NTU pada Desember lalu, saya dinyatakan shortlisted sebagai kandidat untuk mengikuti tes University Entrance Examination (UEE) di Jakarta pada akhir Januari. Sebenarnya ini sekedar saran dari keluarga untuk mencoba apply, saya sendiri semacam nggak begitu ingin dan tidak berharap banyak terhadap pendaftaran ini karena sadar akan kemampuan diri dan persiapan saya yang jauh dibawah mereka yang sudah mempersiapkan tes ini berbulan-bulan dalam bentuk bimbel atau mandiri.

Pada awalnya, saya sendiri tidak menduga bakal di shortlist sebagai peserta UEE karena dalam sejarah saya belum pernah terdengar lulusan dari SMA saya yang masuk ke salah satu PTN favorit di Singapore yaitu NTU. Pernah sih ada gosipnya kalau angkatan 5 (which is 20 tahun lalu wkwk..) pernah gitu ada yang masuk NTU, saya sendiri kurang tahu kebenarannya.

Saya mempersiapkan UEE bisa dibilang sangat nekat yaitu mulai intensif hanya 2 minggu sebelum tes, emang gila sih kalau kata orang wkwk. Tapi ya namanya juga nyoba! Setidaknya empat atau lima tahun dari sekarang saya tidak menyesal dan berkata “Dulu kenapa aku nggak coba tes nanyang yah!?” Di sisi lain pada pergantian tahun kala itu, saya dapat kabar bahwa kakek saya sakit dan dirawat di Guangzhou, China, sehingga saya harus mendadak berangkat ke sana (alhasil nggak bisa fokus persiapan UEE).

Singkat cerita, pada tanggal 25 Januari, Jumat sore, saya menuju ke Jakarta menggunakan kereta Argo Parahyangan. Saya menginap di rumah saudara di daerah Tomang Asli, Palmerah. Malam itu saya langsung fokus belajar dan istirahat sekitar pukul 12 malam, me-review kembali materi-materi yang telah saya pelajari sebelumnya.

Saya sendiri mendaftar ke tes Math AO Level dan English karena saya tidak mengambil program engineering. Berikut adalah format pilihan saya:

  1. Business with a second minor in Strategic Communication,
  2. Business,
  3. Accountancy,
  4. Maritime Studies with a second major in Business,
  5. Maritime Studies.

Jujur saja, pada awalnya saya ragu untuk memilih fakultas bisnis karena tahu bahwa sangatlah sulit untuk bisa masuk ke Nanyang Business School (NBS). Saya bahkan diberitahu oleh kenalan saya yang saat ini berada di NBS bahwa tiap tahunnya hanya 0-1 anak dari Indonesia yang diterima di NBS melalui jalur UEE. Am I crazy? Yep of course wkwk.

Pada tanggal 26 Januari, saya berangkat ke lokasi tes di BSD Tangerang, tepatnya di Ipeka Plus BSD Christian School. Suasana tes tidak seramai yang saya bayangkan. Disampaikan bahwa peserta UEE berkisar antara 500 orang, namun dari yang saya lihat jumlahnya tidak sebanyak itu. Instruktor juga menyampaikan bahwa nantinya yang diterima sebagai mahasiswa NTU melalui jalur ini hanya akan kurang dari 100 orang tiap tahunnya. Jadi, persaingan ini bisa dibilang sangatlah ketat.

11.00 – 13.00 WIB – Math AO Level

Sebenarnya ujian Math AO Level sendiri ruangnya digabung dengan mereka yang mengambil Math A Level, hanya saja duduknya dipisah di paling kanan. Dari sekitar 10 baris lebih, ada 1.5 baris untuk Math AO Level. Saya yakin sih most of them mengincar Nanyang Business School. Selain itu banyak juga Math A Level yang ternyata mengisi Business sebagai pilihannya, tapi karena mengisi engineering juga sehingga mereka harus tetap mengambil Math A Level.

Tes berlangsung, saya membuka soal dan menemukan 4 soal wajib yang harus dikerjakan. Soal-soal di awal hanya berkisar di Pure Math dan Calculus saja. Ada beberapa ilmu yang saya bawa dari TPB, sehingga PM dan Kalkulus khususnya integral dan derivat tidak terasa terlalu sulit bagi saya. Ditambah lagi kita diizinkan untuk membawa kalkulator, bahkan yang tidak ada di list sekalipun (asal non-programable ya wkwk), saya membawa casio fx-991es. Kalkulator ini mempunyai fungsi d/dx dan integral, namun harus definit atau berbatas, sehingga untuk sekedar memastikan kebenaran saja bisa dimasukan 0, 1, atau 2. Namun sayangnya saya tersandung di soal terakhir yaitu Probability and Statistics. Entah mengapa soal Normal Distribution cukup membingungkan di sini karena value Z nya cukup menjebak kalau langsung dicek ke standard normal value. Overall, mungkin skor math saya berkisar 70-80%. Agak kecewa karena dengan skor segini tidak mungkin bisa tembus NBS yang mempunyai kriteria perfect atau mendekati perfect.

14.00 – 16.00 WIB – English Paper

Nah ini, tidak diduga-duga. Tesnya SULIT. Iya, karena tidak bisa dikonfirm kebenaran dan nilainya tidak bisa ditebak. Format tes sangat mirip seperti di Sample Paper, terdiri dari 4 bagian: Writing (400 words essay), Reading Comp, Grammar Mistake & Word Meaning, and Word Guessing. Untuk writing terdapat 2 topik: yang pertama tentang cara-cara mewujudkan compassionate society di jaman dimana orang semakin terobsesi dengan uang dan kekayaan; yang kedua tentang apabila diberi kesempatan pindah negara, negara mana yang mau kamu tuju, dan mengapa?. Saya memilih topik nomor 1 karena bisa dikembangkan idenya, dibanding topik nomor 2 yang menurut saya terlalu ‘curhat’. Untuk reading comp., cukup menantang karena teksnya bukan tipe teks yang bisa dipahami dalam sekali baca, namun harus berulang kali membaca. Soal yang diajukan juga harus dipikirkan berkali-kali sebelum menjawab dan sangat ambigu antar opsi jawabannya. Grammar Mistake & word meaning? ah.. abstrak, gajelas wkwk. Word guessing cukup menjadi tantangan di sini karena artikelnya tentang arkeologi fosil kelelawar gitu, yang jarang orang ketahui tentang vocabulary kalian. Di sini saya banyak melakukan kesalahan karena nggak ketebak karena waktu sudah keburu habis.

Ujian UEE selesai. Saya ke Jakarta untuk menjenguk kakek saya yang sedang sakit dan dirawat inap di Jakarta. Esok harinya pun saya kembali ke Bandung untuk melanjutkan kegiatan perkuliahan saya yang mulai keos. Sekarang saatnya menunggu hasil, semua sudah Tuhan tentukan. Satu yang saya pegang hingga saat ini adalah:

Lebih baik gagal dalam perjuangan meraih cita-cita, daripada gagal tanpa pernah tahu rasanya berjuang. – Merry Riana

First week of Maret 2019 – Invitation for NBS Phone Interview Phase

6 Maret 2019, saya mendapat email dari pihak NBS (Nanyang Business School) bahwa saya diminta untuk melakukan phone interview melalui skype dengan salah satu professor di NBS, menjabat sebagai Assistant Dean, Prof Tung.

NBSInterview

I don’t know if it is a good news or bad news. Tapi aku mendapat kabar bahwa salah satu adik kelas ku di SMA yang ikut UEE bersamaku juga, bahwa dia gak lolos. Artinya banyak diantara kami yang sudah menerima pengumuman, tapi memang untuk NBS jadwal pengumuman harus tertunda 1-2 minggu karena diperlukan phone interview on a selective basis. Saya dikabari akan menghadapi phone interview 2 hari sebelum phone interview dilakukan, saya langsung riset tiap jurusan yang saya apply, dan mencari referensi ke kating tentang pertanyaan-pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan. Bahkan saya mencoba mencari latar belakang dari si interviewer sendiri, Prof Lung.

8 Maret 2019 – NBS Phone Interview via SKYPE

Ternyata setelah awalnya pihak NBS berencana menggunakan phone interview, tapi Prof. Lung request untuk interview dilakukan melalui video call lewat Skype. Hmm, OKE DAH BOS. Saya baru tahu paginya sebelum interview bahwa interview dilangsungkan dalam video call skype. Lalu 15 minutes prior to interview, saya dikirimi email berisi 2 pertanyaan studi kasus untuk dipersiapkan.

Interview to be honest tidak berjalan lancar :(( ada sedikit misunderstanding ke pertanyaannya. Studi kasusnya itu disuruh menjelaskan definisi internet kepada orang di tahun 1940. Kata dia saya bukan menjelaskan internet nya, tp menjelaskan impact dari keberadaan internet. Ketika saya coba jelaskan by definition, dia bilang itu tidak bisa dimengerti orang di tahun 1940. Dia bilang aku diminta memahami pertanyaan interview lebih baik lagi karena aku juga apply ke ASEAN Scholarship yang notabene akan menghadapi interview lagi jika lolos.

12 Maret 2019 – Announcement Day

Siang-siang itu saya lagi di kos, lagi nyantai break siang, besok quiz matem, tapi ga bisa belajar kepikiran hasil NTU. Then, hp saya dapat notif email dari NTU. PANIK PANIK. Ketika saya buka..

What? Pilihan pertama? I can’t even believe myself. It feels like I don’t deserve this. NBS? Gila.. saya ga habis pikir. Terimakasih Tuhan, orang tua, teman-teman yang selalu mendukung saya..

NTU I’m coming! Saya akan siapkan yang sebaik-baiknya untuk menghadapi stage baru dalam hidup saya ini.

5 thoughts on “Pengalaman Ujian Masuk NTU Singapore dan Diterima di Nanyang Business School, NTU!

  1. Dinda Napitupulu says:

    Dari cerita panjangnya , hasilnya bener bener gak keduga yaa ??😁😁 Memang udah jalannya banget …..

    • Julius Daniel says:

      Hai, Ananda. Terimakasih! Untuk paper English aku belajar kebanyakan dari materi TOEFL iBT dan IELTS (khususnya untuk essay writing). Untuk paper Math aku pakai H2 Mathematics Textbook (Choo Yan Min), Purcell Calculus, dan waktu itu minjem beberapa buku-buku A Level Cambridge (Pure Math, Statistics, Further Math) dari teman.

Leave a Reply